Warga Binaan Mendapat TPS Khusus

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

“yang bisa menggunakan TPS khusus di Lapas ini hanya 40 orang saja”

Lensanews.co.id-Semakin pendeknya masa menjelang pelaksanaan pileg dan pilpres 2019, KPU Lingga melaksanakan koordinasi di beberapa tempat yg dirasakan perlu diadakan. Tempat tersebut seperti, rumah sakit dan lembaga pemasyarakatan (lapas). Hal ini guna efisiennya pelaksanaan pemilu 17 april 2019 nanti. “Namun Khusus untuk di lembaga permasyarakatan (lapas) nanti akan diadakan tempat pemilihan suara (TPS) khusus”, kata Asbullah divisi program dan data KPU Lingga, Kamis (14/03/2019).

“Guna memaksimalkan pelaksanaan pemilihan umum nanti pada tanggal 17 april 2019, dimana setiap masyarakat memiliki hak suaranya maka dirasakan perlu untuk melakukan koordinasi ke beberapa instansi umum, seperti, pihak rumah sakit dan lembaga permasyarakatan (lapas)”, kata boy, sapaan akrab Asbullah di masyarakat.

Di lanjutinya, kalau untuk rumah sakit, kita tetap melakukan pelaksanaan seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan mendatangi bagi pasien yang sedang sakit. Namun bagi para keluarga pasien yang tidak bisa melakukan pencoblosan di alamat tempat tinggalnya maka mereka bisa menggunakan TPS terdekat, hal ini juga berlaku bagi para petugas rumah sakit yang sedang melaksanakan tugasnya, namun mereka harus memiliki surat A5 dari daerah pemilihannya”, kata boy lagi.

Untuk di Lapas, di jelaskannya, kita mengadakan TPS khusus, yakni di Lapas akan diadakan tempat pemilihan suara tersendiri, dimana para pemilihnya hanya dari para narapidana yang sedang melaksanakan hukumannya.

Untuk di TPS khusus Lapas ini kita akan membentuk KPPS sebagai pelaksana pemilu nanti. Untuk saat ini para warga binaan yang kita dapati datanya berjumlah 48 orang, dimana nanti yang bisa menggunakan TPS khusus di Lapas ini hanya 40 orang saja. Hal ini dikarenakan, ada 6 orang warga binaan yang sudah selesai menjalani hukumannya dan 2 orang lagi yang tidak memiliki kelengkapan atau kelengkapan elemen data (KLD) identitasnya. Artinya nanti dari warga binaan yang berhak memilih itu hanya berjumlah 40 orang yang memilki hak suaranya, ke 40 orang warga binaan ini juga mereka wajib juga memiliki surat A5, dimana untuk kelengkapan persyaratan untuk dapat menggunakan hak suaranya tetap menggunakan surat A5 yang terkhusus di urus administrasinya oleh pihak KPU Lingga.

Kemudian, lanjutnya, “khusus lapas nanti pada saat pelaksanaan pileg dan dan pilpres akan diadakan TPS khusus yang sudah terdaftar sudah ada 38 orang di dalam DPT sementara dari data lapas sendiri ada 48 orang warga lapas, 10 sisanya masuk dalam daftar pemilih khusus. Akan ada warga lapas sekitar 6 orang yang akan bebas murni saat sebelum masa pelaksanaan pemilu nanti sedangkan 2 orang tidak memiliki kelengkapan elemen data”, terang boy.(atx)

Share.

Leave A Reply