Smansa Choir Singkep Gelar Lomba Paduan Suara

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Lomba Paduan Suara dan Nyanyian Duet se- Pulau Singkep

Lensanews.co.id-Kegiatan dari festival paduan suara Tingkat SD, SMP dan SMA sederajat yang digagas para siswa Smansa Singkep ini merupakan kegiatan rutin taunan yang di gelar untuk para pelajar se-pulau Singkep atau untuk 5 kecamatan saja. Hal ini dikarenakan kegiatan ini hanya bersifat kreasi seni para pelajar lokal guna sebagai ajang mencari bibit dan mengembangkan bakat seni paduan suara. Peserta terdiri dari para pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. ungkap Afrillia Damayanti selaku ketua panitia pelaksana, Sabtu (26/01/2019).

“Kegiatan ini merupakan agenda tetap tahunan dari kalender tahunan Smansa Choir Singkep (SCS) yang keberadaannya merupakan wadah seni yang ada di Smansa Singkep. Itupun merupakan wadah seni dari kegiatan ekstrakurikuler Smansa Singkep saja. Namun kita kembangkan menjadi festival paduan suara tingkat se-pulau Singkep. Festival paduan suara ini merupakan tahun ke-tiga dan kegiatan ini sempat tertunda. Semulanya akan diadakan pada bulan November lalu saat sempena kunjungan bapak Presiden Joko Widodo ke Lingga. Namun baru bisa dilaksanakan pada januari 2019 ini,” papar yanti.

Lanjutnya, pada festival paduan suara tahun ke tiga ini pesertanya memang tidak banyak, hanya 6 peserta dari Sekolah Dasar (SD), 3 peserta dari SMP dan 2 peserta dari SMA Sederajat. Hal ini dikarenakan menurut sekolah masing-masing yang sudah kami undang susah untuk mencari guru seni pembimbing paduan suara dan minimnya dana pengiriman delegasi sebagai peserta,” ungkap yanti.

Sementara itu, Drs. Hazirun kepala sekolah Smansa Singkep menambahkan, “kegiatan ini berawal dari kegiatan seni sekolah Smansa Singkep dalam bentuk pendidikan ekstrakurikuler sekolah, namun dari para siswa berkeinginan untuk dikembangkan menjadi ajang pencarian bakat dan sekaligus sebagai wahana pengenalan lagu daerah dan lagu nasional maka diadakanlah ajang festival paduan suara ini,” kata hazirun.

Di uraikannya, kegiatan ini kita serahkan sepenuhnya kepada siswa, mulai dari kepanitian hingga pelaksanaan. Hal ini dikarenakan kita mempersiapkan para siswa itu tidak hanya mendapat pendidikan formal saja namun kita persiapkan pula mereka di saat di butuhkan di masyarakat untuk peran andilnya di kegiatan umum.

Ditambahkannya, untuk segala sesuatunya di kegiatan festival ini kita dari sekolah hanya sebagai pembimbing dan pendamping. segalanya, baik dari hadiah dan tropy itu bersifat swadaya dari donatur. Tentunya harapan kitak kedepannya dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga agar dapatlah kiranya mendukung dari kegiatan para siswa ini atau mungkin diadakan festival tingkat Kabupaten Lingga,” tutup Hazirun.(atx)

 

Share.

Leave A Reply