JKN KIS per Februari 2019 Sejumlah 79.901, Iurannya Dibayarkan Oleh Daerah Sejumlah 38.117

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Keterangan foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Juramadi Esram

Lensanews.co.id-Sejak amanat undang-undang SJSN tahun 2004 lalu diterbitkan, maka Perencanaan pengintegrasian itu juga dilaksanakan artinya bukan dibangun saat tahun 2018. Jauh-jauh hari daerah sudah harus bersiap dengan pengintegrasian, terhitung pada 1 januari 2014 -2018″, ungkap Sekretaris Daerah Kab. Lingga Juramadi Esram, Rabu (06/02/2019).

“Empat tahun silam merupakan masa transisi. Hal ini terjawab pada masa periode Awe-Nizar, tahap demi tahap dilakukan, yang dimulai tahun 2016 sejumlah 5000 jiwa penduduk kabupaten Lingga secara bertahap diintegrasikan kedalam program prioritas nasional, ini kemudian dilanjuti hingga tahun 2018 dengan ditambah 1.500 jiwa juga secara bertahap, sampai roadmap JKN- KIS. Daerah mempersiapkannya dari awal tahun 2018, dengan mengadakan sosialisasi ke kecamatan, bahkan melalui media dan forum-forum yang dihadiri oleh pemuka desa dan kelurahan,” Kata Esram.

Ditambahkannya, penyampaian yang dimaksud yakni tentang skema program prioritas nasional ini. Peraturan-peraturan tentang wajibnya mendukung program prioritas nasional seperti, Jamkesda ( JKL/JKLT) yang saat ini memang primadona untuk diwilayah provinsi Kepulauan Riau, namun hanya sebatas sampai di Provinsi Kepri saja. Namun apabila masyarakat membutuhkan pelayanan diluar Provinsi Kepri atau kota lain maka harus meminta kesediaan Pemprov. Kepri untuk memberikan dana co-sharing,” Jelas Setda.

Lanjutnya menjelaskan, Dalam roadmap pengintegrasian penduduk Kab. Lingga ke JKN sudah dipetakan, prosedur pemilihan dan penapisan penduduk berada ditangan Dinas Sosial sebagai dinas yang berwenang dalam penentuan kepesertaan penduduk miskin/kurang mampu, hal ini juga sebagai amanat PerPres. No. 101 tahun 2012, tentang Pemberian Bantuan iuran yang menyatakan daerah wajib menanggung iuran bagi penduduk miskin dan kurang mampu,” terang Juramadi.

Lanjutnya, untuk diketahui bahwa di Kabupaten Lingga yang telah memiliki JKN KIS per februari 2019 sejumlah 79.901 dimana jumlah ini yang memiliki JKN KIS yang iurannya dibayarkan oleh daerah sejumlah 38.117 dan didukung juga program JKN Plus berupa :
Penggantian transport dan akomodasi dalam sistem rujukan bagi peserta, penggantian transport dan akomodasi untuk tenaga kesehatan rujukan yang mendampingi peserta JKN KIS ke faskes. rujukan (rumah singgah di Tanjungpinang ). Akses yang diberikan untuk peserta JKN KIS bukan hanya sebatas di Provinsi Kepri, karena program prioritas ini merupakan program nasional, oleh karena itu sifatnya juga nasional, sampai keseluruh wilayah NKRI,” urainya.

Ditambahkannya, dari jumlah penduduk yang ada, menurut data BPS grand total penduduk Kab. Lingga di tahun 2019 sejumlah 89.501 jiwa dibandingkan dengan penduduk yang sudah memiliki JKN KIS : 79.901, artinya Kabupaten Lingga telah berada di persentase : 89,27 persen. Untuk mencapai “universal health coverage” Kabupaten Lingga hanya menambah sekitar 5.124 jiwa, artinya dari 5.124 jiwa untuk penduduk yang mampu agar berpartisipasi dalam JKN mandiri,” tutup Esram.(atx)

Share.

Leave A Reply